“kamu mau kalau aku ajak nonton?” tanya Arda membuat Kanaya yang sedang minum tersedak, ia menatap Arda dengan tatapan tak percaya, bosnya itu sama dengan mengajaknya berkencan di weekend ini. “bapak mengajak saya ngedate?” “iya, kamu mau kan?” “tapi…” “kenapa? Kamu ada janji dengan Aldric?” Kanaya menatap bingung pada Arda kenapa membawa nama Aldric dalam pembicaraan mereka. “nggak pak, baiklah saya mau,” jawab Kanaya. “sungguh?” “iya, saya mau,” jawab Kanaya lagi membuat wajah Arda berbinar karena senang Kanaya mau menerima ajakannya itu berarti dirinya masih punya kesempatan yang sama dengan Aldric. “baiklah, aku jemput pukul 7 malam weekend ini. Kirim saja alamat kamu atau share location,” ucap Arda. “tentu pak.” Setelah makan siang Kanaya dan Arda kembali ke gedu

