Thirty

1330 Words

Saat salah satu pria akan menggoreskan pisau pada Kanaya sebuah bayangan melayang dan menendang dua pria itu hingga terkapar, ketiga pria itu pun lari tunggang langgang meninggalkan lokasi itu. Kanaya menatap pria yang sudah menolongnya itu, cahaya yang temaram masih bisa membuat Kanaya melihat wajah pria itu.  “kamu…”  “kamu baik baik saja Kay?” tanya pria itu yang tak lain adalah Aldric. “iya aku baik baik saja,” jawab Kanaya dengan nafas memburu karena menghadapi tiga orang pria tadi, apalagi dirinya sudah lama tidak berlatih. Kanaya mengambil tas yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri dan berjalan mendekati gadis yang tadi dijambret. “ini tas kamu,” ucap Kanaya menyerahkan tas pada gadis itu. “makasih kak, aku nggak tahu kalau tidak ada kakak tadi.” “sama sama, lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD