Twenty Five

1284 Words

Kanaya membaringkan tubuhnya di ranjang kamarnya, kepalanya masih terasa berputar putar dan pusing. Ia pijat pelipisnya untuk sedikit menghilangkan rasa pusing di kepalanya, ia bingung kenapa ia bisa pingsan di kantor tadi siang pdahal ia merasa baik baik saja. “Kay… boleh aku masuk?” tanya Aldric mengetuk pintu kamar Kanaya. Kanaya diam, ia ragu membiarkan Aldric yang notabene adalah orang lain dan tidak ada hubungan keluarga dengannya. Bagaimanapun juga Aldric seorang pria dan playboy, bisa saja ia berbuat macam macam pada seorang gadis yang sedang lemah dan sakit seperti dirinya. Tapi badannya terasa sakit semua dan sulit bergerak, ia tahu sulit baginya melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. “Kay… kamu sudah tidur?” tanya Aldric lagi. “masuk Al.” akhirnya Kanaya mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD