Twenty Four

1333 Words

“kamu mengenal gadis ini Al?”     “iya Joan, dia…”      “dia siapa?”  “dia teman aku, kamu tidak apa apa Kay?” tanya Aldric menatap Kanaya. “nggak apa apa, hanya lecet saja,” jawab Kanaya mencoba berdiri, Aldric dan Joan juga berdiri.   “benar kamu tidak apa apa?” tanya Aldric dengan wajah khawatir. Kanaya menatap Aldric dan Joan bergantian, ternyata Aldric tidak berubah dan pernyataan cintanya saat di Los Angeles padanya adalah omong kosong. Saat ia menolak Aldric sudah dapat gadis lain untuk dipacari membuat Kanaya bersyukur sudah menolak Aldric waktu itu. “aku pergi dulu Al.” Kanaya berjalan menjauhi Aldric dan Joan. “Kay, biar aku antar.” “tidak usah terima kasih,” jawab Kanaya tanpa menoleh pada aldric. Aldric menghela nafas panjang melihat sikap Kanaya yang dingin pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD