“like the party?” tanya Chen pada Kanaya, mereka sedang berdansa dibawah pandangan mata semua tamu Chen. “I don’t know, aku tidak pernah menghadiri pesta sebesar dan semewah ini. Aku tidak begitu suka pesta.” Jawab Kanaya. “ya kamu sudah mengatakannya beberapa hari lalu kan.” “ya benar, by the way kenapa tiba tiba kamu mengundang aku ke party kamu ini Chen, kita baru sekali bertemu dan tidak terlalu dekat, kenapa juga kamu mengirimkan makanan padaku.” “aku punya satu tujuan.” “apa?” “it’s a secret.” Kanaya menatap curiga pada Chen. “kamu tidak berniat jahat kan sama aku?” tanya Kanaya. “Relax Kay, aku pria baik dan menghormati wanita karena aku lahir dari seorang wanita.” “pemikiran

