“Al… lepas…” “Nope, aku mau pulang bersama kamu.” “aku nggak mau, aku mau pulang sendiri.” Kanaya masih mencoba melepaskan pelukan tangan Aldric di pinggangnya karena ia malu dilihat banyak orang. Aldric melepaskan pelukannya di perut Kanaya dan kemudian menggenggam tangan Kanaya dan membawanya menuju mobilnya, Kanaya tidak mau jika pertengkarannya dengan Aldric dilihat banyak orang, ia diam mengikuti Aldric dan masuk mobil Aldric. Wajahnya masih menyiratkan kekecewaan dan amarah, Aldric tahu itu dan ia tersiksa melihat wajah tak bersahabat Kanaya. Mobil Aldric melaju keluar dari area gedung Amery Group dan menyusuri jalanan. “hentikan mobilnya.” “kenapa?” “kamu masih bertanya kenapa? Kamu tahu jawabannya. Sudahlah jangan perdulikan Aku lagi, kenapa kamu tidak jalan saja sama

