Randi menatap bingung pada tiga kotak mainan yang Shaka sodorkan. Untuk sesaat, dia mengamati secara berulang-ulang, lalu di detik selanjutnya dia mendongak pada Shaka. Bibir Randi masih bungkam tapi sorot yang dia berikan seolah mempertanyakan apa yang sedang laki-laki itu lakukan. Mengingat tidak ada komunikasi di awal, jadi tindakan tiba-tiba Shaka ini terlihat amat sangat mengherankan. Kecanggungan juga hadir di tengah-tengah mereka, menambah kompleks suasana yang ada. "Buat kamu," kata Shaka, kemudian menggaruk tengkuknya. "Saya ... tidak tahu mana yang kamu suka, jadi beli beberapa biar kamu pilih. Tapi ambil semuanya juga tidak apa. Karena tidak mungkin dikembalikan, apalagi diberikan pada yang lain. Di rumah tidak ada anak-anak, saya juga belum punya keponakan. Jangan beritahu ka