Bab 33

1521 Words

Maura mengurungkan niatnya untuk menyentuh gagang pintu keluar. Logikanya kembali berputar, ia tidak boleh egois. Menjauhkan Raka yang hanya hidup dengan satu ginjal dari paparan virus flu adalah prioritas mutlak yang harus dilakukannya saat ini. Dengan berat hati, ia memilih mundur dan kembali mengurung diri di dalam sangkar emas milik Samudra. Ia meraih ponselnya, menghubungi nomor di unit sebelah hanya untuk memberikan alasan palsu pada adiknya. Beruntung, Raka masih terlalu polos untuk mencurigai karangan ceritanya tentang tugas kuliah yang mengharuskan Maura menginap di laboratorium kampus. "Maaf ya, Bu Yuyun ... saya jadi merepotkan Ibu lagi untuk menjaga Raka semalam suntuk," ucap Maura lirih, berbicara dengan nada bersalah melalui gawai di tangannya. "..." "Iya, Bu. Nanti saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD