Bab 14

1759 Words

Mobil sudah ke sana. Bersiaplah. Aku enggak suka kamu terlambat -- Pak Samudra Maura hanya membacanya sekilas, tetapi pesan singkat itu membuat dadanya berdebar kencang. Dia tidak pernah terbiasa untuk tenang jika memikirkan Samudra setelah kejadian besar yang mengubah alur hidupnya saat ini. “Tumben Raka udah tidur,” kekehnya sembari merapikan rambut adiknya. Dia membetulkan selimut dan seperti biasa, berpamitan kepada perawat yang tengah menemani Raka. “Bu Yuyun, aku tinggal dulu ya?” Bu Yuyun tersenyum, senyuman kecil khas ibu-ibu yang teduh. Maura memang sengaja mempertahankan Bu Yuyun menjadi perawat adiknya sepanjang dia harus mencari uang dan kuliah. Wanita itu mampu ia percayai. “Hati-hati di jalan, Ra. Jangan sampai kelelahan ya. Itu mukanya sampe pucat begitu.” Maura tersen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD