Bab 19

1770 Words

"Kakak kenapa melamun?" Suara cempreng Raka membuyarkan kabut di pikiran Maura. Ia terperanjat, nyaris menjatuhkan tas yang ia pangku. Dengan senyum yang dipaksakan, ia menggeleng kecil. "Enggak ada apa-apa, Raka. Cuma sedikit mengantuk." Raka menyipitkan mata, menopang dagu dengan lagak seperti detektif yang sedang menginterogasi tersangka. Bu Yuyun, perawat yang tengah menyiapkan nampan makan malam Raka, terkekeh geli melihat tingkah bocah itu. "Anak kecil enggak usah banyak tanya, ah." Raka mencebikkan bibirnya kesal. "Bu Yuyun ini ... Kan kalau Kak Anin ada masalah, Raka bisa jadi pendengar yang baik. Biar Kakak enggak sedih sendirian." Tawa Bu Yuyun pecah, sedikit mencairkan suasana kamar rumah sakit yang kaku. "Iya, iya, jagoan kecil memang bisa diandalkan, ya?" Raka mengangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD