Deg deg deg … Maura semakin takut, apalagi mendengar langkah kaki yang semakin mendekat. Gadis itu semakin merapatkan tubuhnya pada Samudra. Membiarkan pria itu mengungkung tubuh mungilnya, entah memberikan ancaman atau perlindungan. Hembusan napasnya beriringan dengan detak jantung Samudra yang bisa dia dengar juga. Samudra semakin senang melihat tubuh Maura yang tegang. Sengaja, dia berbisik dengan suara rendahnya. “Bagaimana? Kau mau aku membuka pintu dan--” Segera Maura menutupi mulut Samudra, menggeleng dengan tatapan memohon. Samudra diam saja, pada akhirnya mereka hanya menunggu saja sampai langkah kaki dan suara yang dikenali Maura itu tidak lagi terdengar. Drap drap drap. Namun, ada langkah kaki lainnya yang menyusul. Kali ini tidak satu orang jika mendengar dari iramanya.

