Bab 25

1362 Words

"Wah ... Kak Anin datang! Yey!" Pekikan girang Raka memecah kesunyian kamar rawat, menyambut kedatangan Maura dengan binar mata yang sudah lama tidak terlihat. Maura tidak bisa menahan senyumnya. Ia melangkah masuk, segera mendekati ranjang adiknya. "Raka semangat banget, ya? Sudah enggak sabar mau pulang hm?" kekehnya sembari mengelus lembut rambut Raka, merasakan kehangatan yang menjadi alasan satu-satunya ia bertahan hidup. "Iya dong! Raka udah bosan banget di rumah sakit. Bau obat terus. Lagian, Raka udah sembuh total, kan, Kak?" Dada Maura berdenyut nyeri mendengarnya. Sembuh total adalah kata yang terlalu jauh untuk kondisi Raka saat ini. Namun, Maura mengubur kenyataan pahit itu dalam-dalam di balik senyum palsunya. Ia mengangguk mantap. "Iya, kamu sudah sembuh. Tapi syaratnya te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD