Private Party 2

977 Words

Dari arah pintu muncul Antony. Memakai jas hitam dengan kemeja biru di dalamnya. Terlihat segar dan gagah malam itu. Ferdy menyambutnya, dan Shafira juga melangkah ke arah mereka. "Bang," sapa Shafira menyalami. "Hai, maaf telat. Ferdy juga baru tadi pagi ngabari." Shafira memandang suaminya, "Mas, kok nggak bilang?" "Mas lupa mau ngomong." Shafira mempersilahkan Antony duduk di kursi kosong paling tepi. Hanya tempat itu yang tersisa. Akhirnya mereka bertiga ngobrol di sana. Tidak lama kemudian, Ferdy pergi menemui rekan bisnis yang lain. "Katanya Merry sudah nikah ya, Bang." "Ya." "Abang tahu?" "Tahu. Ibunya yang cerita." "Kurang beruntung kayaknya kali ini." "Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai, Sha. Biarlah itu jadi pelajaran untuk dia." Shafira mengangguk. Tidak bern

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD