Senja yang Ceria 2

905 Words

"Kok masih penuh? Sayang, belum makan ya?" Shafira menggeleng. Ferdy kaget. Kemudian menarik kursi dan duduk. "Ya, sudah. Mari Mas temani makan." "Aku sudah nggak lapar, sudah malam. Biar aku siapkan air hangat buat Mas." Dengan cekatan Shafira mengambil panci ukuran sedang. Kemudian mengisi air dari kran. Saat itu tangan Ferdy menahannya. "Nggak usah. Mas mandi air dingin saja." Shafira membiarkan panci itu ditempatnya. Kemudian melangkah naik ke atas. Ferdy dengan rasa bersalah mengikuti. Hingga Shafira membuka lemari untuk menyiapkan baju ganti untuk dirinya. "Sayang, please maafin Mas. Tadi bukannya nggak mau ngasih kabar. Tapi perwakilan kantor cabang yang aku percaya untuk pergi ternyata tidak bisa. Jadi Mas terpaksa berangkat." Satu stel baju tidur sudah di tarik Shafira dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD