Setelah lima hari penuh dengan materi hukum yang menumpuk, Monic merasa pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Dokumen-dokumen yang harus ia pelajari seakan tidak ada habisnya, ditambah bayangan tentang Gerald yang terus muncul tanpa bisa ia kendalikan. Ia berharap akhir pekan bisa menjadi jeda, sebuah kesempatan untuk mengalihkan perhatian. Namun keputusan menerima pekerjaan lepas justru membawa masalah baru. Teman SMA-nya menghubungi dengan nada mendesak, meminta Monic menggantikan partner yang sedang sakit untuk menyebarkan brosur. Monic sempat ragu, tetapi rasa sungkan membuatnya mengiyakan. Ia mengira pekerjaan itu ringan, hanya berdiri dan membagikan kertas. Kenyataannya, setelah beberapa jam, ia menyadari betapa melelahkan tugas tersebut. Orang-orang yang lewat tidak selalu ma

