BAB 38

1451 Words

Khalisa menyesap tehnya dengan gerakan yang anggun, seolah-olah ia baru saja memenangkan lotre terbesar dalam hidupnya. Sudut bibirnya terangkat tinggi, menciptakan senyum penuh kemenangan yang tidak bisa ia sembunyikan sejak keluar dari kediaman Alzahir tadi sore. “Mama harus melihat bagaimana wajah Kaira saat aku mengatakan bahwa Mas Azlan tidak jadi menceraikanku. Wanita bodoh itu terlihat sangat hancur. Dia pasti mengira semua rencana balas dendamnya berhasil, tapi dia tidak menyangka jika kita bisa membalikkan keadaan semudah ini,” ucap Khalisa dengan suara yang penuh kepuasan. Samira, yang duduk di hadapannya, ikut tersenyum. “Lalu bagaimana dengan reaksi mertuamu yang sombong itu? Safira pasti tidak menduga bahwa putranya lebih memilihmu daripada perintahnya, kan?” Khalisa tertaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD