BAB 39

1659 Words

Suasana di kediaman Alzahir pagi itu terasa begitu mencekam, meski cahaya matahari menembus masuk melalui jendela-jendela besar di ruang tengah. Kakek Ilyas duduk di kursi kebesarannya dengan gurat kelelahan yang nyata di wajah tuanya yang renta. Di hadapannya, Safira berdiri dengan bahu tegang, masih mencoba mencerna kenyataan pahit yang baru saja melanda keluarga mereka. “Jadi Azlan benar-benar memutuskan untuk kembali bersama wanita itu dan mengabaikan Kaira?” tanya Kakek Ilyas, suaranya parau namun penuh penekanan. Safira mengangguk pelan, matanya menyiratkan luka seorang ibu yang merasa gagal. “Betul, Ayah. Meski aku sendiri sangat ragu jika Khalisa benar-benar sedang mengandung. Segalanya terasa terlalu mendadak.” “Jika sudah seperti ini, biarkan saja Azlan melakukan apa pun yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD