BAB 46

1600 Words

Udara Jakarta yang panas menyambut kepulangan Azlan dan Kaira, namun gerah itu tak terasa saat mereka memasuki sebuah hunian baru yang telah dipersiapkan dengan matang. Azlan sengaja membeli rumah ini melalui bantuan Abi saat mereka masih berada di Paris. Ia menginginkan awal yang baru, sebuah tempat yang tidak tercemar oleh kenangan buruk masa lalu. Sebelum benar-benar menempati rumah itu, mereka sempat singgah di kediaman keluarga besar Alzahir. Suasana penuh haru menyelimuti pertemuan tersebut. Safira, Mireya, dan yang lainnya mendesak agar mereka menginap setidaknya untuk beberapa malam, namun Azlan dengan tegas menolak. Ia ingin Kaira merasa tenang di rumah mereka sendiri, tanpa gangguan siapa pun, terutama di usia kehamilan yang sudah sangat tua. “Rumah yang sangat indah, Mas,” puj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD