“Haruskah sekarang kita memanggil Ibram dengan sebutan Tuan Ibram?” tanya Joe untuk mengejek Ibram yang kini mendengus. Seketika itu pula banyak tawa yang pecah, menertawakan Ibram yang langsung menunjukkan mimik wajah masam. Malam belum larut, para pengawal yang bekerja di rumah Kielle ini berkumpul sebagian di teras bagian depan. Salah satunya Ibram, walau kesehatannya belum pulih, lukanya masih basah, dan tubuhnya yang masih lemah, ia tetap bergabung bersama teman-temannya karena merasa bosan. Jika ia berada di dalam kamar, Jennifer hanya menceritakan banyak hal yang berkaitan dengan salon. Tentu saja tak satu pun yang Ibram pahami mengenai apa yang dibicarakan oleh istrinya tersebut. Maka dari itu, Ibram memilih untuk bergabung saja bersama teman-temanya yang kini tengah menggodanya.