“Sial! Orang gila gak tau diri! Harga diriku lebih hancur saat ini! b******k! ” Viona mengumpat dalam hati saat dia akhirnya mencium Robin. Tapi pria b******k di depannya itu malah tersenyum penuh rasa bahagia. Senyum kemenangan yang tampak begitu tulus, polos tapi terlalu menjijikkan di mata Viona. “Tuhan, cabut nyawaku sekarang! Atau kuatkan aku menghadapi semuanya! Bantu aku, Tuhan!” Batin Viona menjerit sambil memasang senyum penuh kepalsuan di bibir merahnya. Ingin sekali rasanya dia mencakar wajah Robin yang sedang tersenyum senang di depannya. Wajah memuakkan yang ingin dia habisi sekarang juga. Mood Viona rusak parah. Ingin sekali dia mengobrak-abrik rumah ini, meluapkan semua amarahnya. Di depan Viona yang sedang menahan amarahnya, ada Robin yang tersenyum bahagia, karena sa

