12. Salah Kamar

1254 Words

“Kam-kamu! Ngapain ... ngapain kamu di sini?!” tanya Viona dengan sedikit membentak. Seringai menyebalkan Leon kembali muncul. “Ngapain? Apa perlu aku kasih tau ke kamu?” jawab Leon santai. Tatapan Leon sedikit miring. Dia menatap Viona dari atas ke bawah. Tampak sekali gestur wanita itu sangat tidak tenang. Bola matanya terus bergerak, seperti orang yang sedang ketakutan. Leon berjalan ke arah wastafel. Tentu saja hal itu langsung membuat Viona bergeser, sambil terus melihat ke kakak iparnya, penuh kewaspadaan. Leon menyalakan kran wastafel lalu membasuh tangannya di sana. “Kenapa kamu gak mau punya anak? Bukannya tadi kalian kayak pasangan bahagia,” tanya Leon yang kini nadanya cukup santai. “Bukan urusanmu!” tegas Viona sambil merengut. Leon menoleh sebentar ke adik iparnya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD