“Sayang, kamu mau liat kamar kita gak? Aku mau liatin sesuatu ke kamu,” ucap Robin bersemangat dengan senyum penuh makna. “Kamar?” ulang Viona pelan. “Kenapa harus kamar? Emang gak ada tempat menarik lain di rumah ini selain kamar apa ya?” gerutu Viona dalam hati. “Iya. Aku punya sesuatu di sana.” Viona tersenyum canggung. “Aku jadi penasaran. Emang ada apa di sana?” Viona ingin menampar dirinya sendiri karena mengatakan hal menjijikkan ini. Robin memeluk pinggang istrinya lalu mendekat ke telinga sang istri. “Gak sabar ya?” bisik Robin yang kemudian membubuhkan ciuman lagi di pipi Viona. Viona tidak sanggup menjawab. Dia malu pada asisten rumah tangganya, yang malah tersenyum malu-malu melihat majikannya mesra. Robin melihat ke sekitar ruang tengah yang tampak lengang itu. “Leon ma

