"Tadi aku berniat menyeretmu ke toko perhiasan," desis Jagad jujur, suaranya sinis, bukan yang manis seperti beberapa hari lalu. Hubungan Jagad dan Rumi kembali ke titik nadir. Jagad dengan rasa ketidakpercayaannya pada Rumi, kembali menjadi Jagad yang menyebalkan. Entah sudah berapa kali Rumi harus menahan agar air mata tidak mengalir. Saat ini mereka ada di ruangan Jagad setelah terjadi kehebohan. Sepuluh menit lalu, Jagad baru saja menghajar seorang staf yang coba menggoda Rumi saat menyeduh kopi di pantry. "Sendirian aja, Mbak Rumi?" Suara berat yang bernada menggoda membuat punggung Rumi kaku. Dia menoleh dan mendapati Bimo, salah satu staf pemasaran senior yang terkenal playboy, berdiri bersandar di bingkai pintu, menghalangi jalan keluar. "Permisi. Saya mau lewat," ucap Rumi di

