Hari H Saat Gala Dinner Sore hari di foyer mansion mewah Jagad satu jam sebelum pergi ke pesta. Jagad berdiri di ujung tangga, mengetuk-ngetuk permukaan jam tangannya mewahnya dengan tidak sabar. Dia sudah rapi dengan tuksedo hitam velvet yang membalut tubuh atletisnya dengan sempurna, rambutnya ditata sleek ke belakang, menampilkan aura dominan seorang alpha yang tidak terbantahkan. "Lama sekali," gerutunya pada udara kosong. "Memoles batu kali jadi permata memang butuh waktu, tapi ini keterlaluan. Apa sih yang bikin lama?” Dia jadi semakin tidak sabar. "Tuan," suara Dikta terdengar dari lantai atas, “nona Rumi sudah siap." Jagad mendongak, dia sudah menyiapkan kalimat pedas untuk mengkritik penampilan Rumi. Mungkin dia akan bilang makeup-nya terlalu tebal seperti badut atau gaunnya

