Part 32. Akulah Si Pengkhianat!

1956 Words

"Tuan..." panggil Dikta lirih, memahami apa yang dirasakan oleh bosnya itu, “saya sudah amankan rekaman CCTV koridor sebelum dihapus pihak hotel. Tapi…, tim kita bilang CCTV di beberapa titik strategis terutama di bar dan lorong menuju kamar, mendadak rusak sehingga tidak bisa diakses.” Kata Dikta yang sangat efektif bekerja tanpa Jagad instruksikan sudah tahu apa yang harus dilakukan. Lima belas menit sebelumnya, di dalam mobil hitam berkaca gelap yang terparkir di basement hotel, Dikta sudah bersiap dan memapah Jagad yang berjalan sempoyongan, bergegas ke mobilnya dan terduduk lemas di bangku jok belakang. Dikta duduk di kursi kemudi, wajahnya masih pucat sisa sakit perut kemarin, namun matanya menatap bosnya dengan sorot mata ketakutan. Di kursi penumpang belakang, Jagad duduk dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD