Bukan tangguh namanya kalau tidak bisa meluluhkan hati Yura malam ini. Jangan sampai malam yang sudah terkondisi baik ini terlewatkan dengan sia -sia. Tangguh begitu pelan menyusuri wajah dan leher Yura dengan bibirnya yang tebal. Bibir itu membuat Yura merasa ada yang merayap disekujur tubuhnya. Tak hanya itu saja, tubuhnya semakin merinding kegelian. Spontan Yura mendesah pelan membuat Tangguh menghentikan perbuatannya. Tangguh melirik wajah Yura yang semakin merah dan malu. Berbeda dengan Yura yang dulu. Yura yang dulu begitu ketakutan dan sangat keras memberontak. Tangguh sudah memegang kancing baju Yura dan siap untuk dibuka. Satu kancing paling atas sudah terlepas dan memperlihatkan d**a Yura yang mulus. Kancing kedua juga sudah terlepas dengan sempurna hingga Tangguh sengaja me