Bab 38

1120 Words

Suara langkah sepatu menghentak-hentak di lorong semakin dekat, teratur dan berat, membuat Alena otomatis berdiri. Detak jantungnya seperti menabrak d**a. Ia melirik jendela kecil di pintu, tapi kaca buram itu hanya memantulkan siluet samar. BRAK! Suara pintu dari salah satu ruangan interogasi dibanting kuat. Suara benda logam menyeret lantai. Lalu terdengar suara Rendi, parau dan tertekan. “Gua bilang gua korban! Gua ga kenal siapa pun yang ngejar kami!” Lalu suara hantaman keras. BUK! Alena mematung. Nafasnya tertahan. Suara lain menyusul, tegas dan dingin. “Jawab pertanyaan. Siapa yang suruh kamu bawa dia?” “Aku nggak bawa siapa pun! Kami cuma berusaha selamat!” Hantaman lain. Lebih keras. DOR! (bunyi kursi terguling) “Astaga…” Alena menutup mulutnya dengan tangan gemetar. “H

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD