Asap pekat membuat seluruh ruangan seperti kabut tebal. Napas Alena tersengal, matanya perih. Ia meraba-raba dinding kontainer, berusaha menghindari serpihan logam yang beterbangan. Suara tembakan dan teriakan masih terdengar dari atas, menempel di telinganya seperti gema kematian. Ia melihat pintu lift kargo di ujung lorong—satu-satunya jalan turun ke level –7. Tapi di depannya, sensor keamanan otomatis berkedip merah. “Sialan,” gumamnya, jari-jari menekur kontrol panel. Tombol lift di bagian bawah terkunci, layar menampilkan: SECURITY LOCK ENGAGED – OVERRIDE REQUIRED Alena menelan ludah. Ia ingat apa yang Markus katakan: “Kalau kamu ingin Rendi hidup… kamu harus sampai duluan.” Dengan tangan gemetar, ia mencoba menebak kode override—mengingat simbol yang sempat terlihat Markus tekan

