Musim hujan datang beberapa bulan setelah kehidupan mereka mulai terasa normal. Suasana rumah itu tidak lagi sesunyi dulu. Setiap pagi terdengar suara langkah di dapur, suara piring, atau percakapan singkat antara Rendi dan Alena. Tidak ada yang istimewa, tapi bagi mereka berdua, rutinitas sederhana itu sudah cukup menjadi tanda bahwa hubungan mereka mulai membaik. Alena sudah mulai bekerja kembali di kantor arsitektur kecil yang dulu ia tinggalkan setelah kecelakaan. Ia tidak ingin kembali ke perusahaan besar milik keluarga Rendi karena tidak mau memanfaatkan posisi sebagai istri direktur. Ia ingin memulai lagi dari bawah, bekerja dengan tenang, tanpa tekanan atau gosip. Rendi mendukung keputusan itu, bahkan menyiapkan sopir pribadi untuk menjemput dan mengantar setiap hari tanpa diminta

