Beberapa tahun setelah kelahiran anak mereka, kehidupan Rendi dan Alena benar-benar berubah. Rumah besar yang dulu sepi kini penuh suara tawa, langkah kecil, dan teriakan riang setiap pagi. Anak laki-laki mereka, Arga, tumbuh cerdas dan aktif. Ia menjadi pusat perhatian di keluarga besar, membuat hubungan antara Rendi dan orang tuanya yang dulu renggang menjadi lebih hangat. Rendi tidak lagi tinggal di kantor sampai larut malam seperti dulu. Ia memindahkan sebagian besar tanggung jawab pada manajer kepercayaannya agar bisa lebih banyak waktu di rumah. Setiap pagi, ia selalu mengantar Arga ke sekolah sebelum berangkat bekerja. Kadang, ia mampir ke dapur untuk mencicipi masakan Alena sambil bercanda kecil. Hubungan mereka sudah tidak lagi tegang. Mereka bisa berbicara santai tanpa rasa cang

