Bab 15

896 Words

Keesokan paginya, Alena terbangun dengan kepala berat. Cahaya matahari yang menembus tirai membuat matanya silau, tapi ia tetap memaksa bangun. Ia duduk di tepi tempat tidur, berusaha menenangkan diri sambil menatap ke arah meja rias tempat ia menemukan foto dan kotak logam semalam. Rasa ingin tahunya semakin besar. Ia tahu tidak bisa menunggu lebih lama. Rendi tidak akan pernah memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi, dan satu-satunya jalan untuk menemukan kebenaran adalah dengan mencari sendiri. Setelah memastikan pintu terkunci, Alena berlutut dan membuka kembali papan lantai itu. Kotak logam masih di sana, dingin dan berat. Ia mengelus permukaannya pelan, memeriksa setiap sisi, hingga akhirnya menemukan lubang kunci yang tampak sudah berkarat. Ia mencoba membuka paksa dengan penjep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD