Beberapa jam setelah Rendi pergi, rumah kembali tenggelam dalam kesunyian yang tidak alami. Tidak ada suara televisi, tidak ada musik, hanya bunyi langkah pelan para penjaga yang sesekali bergema di luar. Alena duduk di tepi tempat tidur cukup lama, menatap tirai yang bergerak pelan karena angin dari pendingin ruangan. Kepalanya berat, tetapi pikirannya tetap bekerja tanpa henti. Ia tahu, diam saja tidak akan membawa jawaban. Ia sudah menunggu berhari-hari, tapi tidak ada yang berubah. Rendi terus mengatur segalanya, dan setiap kali ia bertanya tentang Cindy, jawaban yang diberikan hanya membuatnya semakin bingung. Kadang Rendi bersikap manis dan sabar, seolah tidak ada yang perlu dicemaskan. Tapi kadang, ada sesuatu di matanya yang membuat Alena ingin bersembunyi. Pagi itu, ia akhirnya

