Bab 13

1152 Words

Setelah Rendi meninggalkan kamar untuk urusan pekerjaan dan mengecek keamanan di bagian lain rumah, Alena duduk di tepi ranjang, menatap lantai kayu yang berkilau. Jantungnya berdebar pelan tapi pasti. Rasanya aneh—ia merasa terlindungi, tapi sekaligus terkurung. Pikiran Alena langsung tertuju pada Cindy. Ia masih teringat dengan jelas pengakuan wanita itu kemarin: bahwa Rendi dulu kekasih Cindy, dipaksa menikahinya karena keluarganya, dan kini Cindy menjadi istri kedua setelah hamil. Semua itu berputar di kepalanya tanpa henti. “Kenapa… kenapa aku tidak tahu apa-apa?” gumamnya pelan, hampir seperti berbicara pada diri sendiri. Ia menunduk, menggenggam selimut di pangkuannya. “Aku bahkan tidak bisa menyelidiki siapa dia sebenarnya. Aku hanya duduk di sini, tidak bisa berbuat apa-apa.” A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD