Dzakka masih memeluk Anaya erat, tanpa memperdulikan banyak mata yang melihat mereka. Anaya berusaha melepaskan pelukan Dzakka tapi Dzakka semakin erat memeluknya, akhirnya Anaya pasrah dan diam. Beberapa lama kemudian Dzakka melepas pelukannya, ia menatap lekat ke dalam mata Anaya membuat Anaya salah tingkah, ia memang sudah datang sejak tadi tetapi ia tidak bergabung bersama mamanya dan Anaya di dalam, hanya mengawasi dari kejauhan. Ia juga mendengar semua pembicaraan Irene dan Anaya tadi yang membuatnya semakin yakin untuk menikahi Anaya secepatnya. "Kamu kenapa sih sayang?" "Nggak apa apa, aku hanya bersyukur memiliki kamu di hidupku." "Benarkah?" "Hemm...you are the best thing I ever had ini my live." "I do?" "Yes, you are." "Udah ngegombalnya?" "Oh my God Nay, orang

