fourty

1119 Words

Anaya duduk di samping ranjang dimana Dzakka berbaring dengan perban di kepala dan tangan kirinya. Sedang tangan kanannya terdapat jarum infus, bu Muthia dan Kiara duduk di sofa yang berada di ruang rawat VVIP ini. Anaya menatap Dzakka dengan wajah sedih, sesekali air matanya mengalir di pipinya yang halus. Bu Muthia yang tak tega melihat kesedihan Anaya berdiri dari duduknya dan mendekati Anaya, ia segera memeluk Anaya dari belakang. "Kamu yang sabar ya sayang, mama yakin Dzakka pasti baik baik saja." Anaya tak dapat berkata apa-apa hanya bisa menganggukkan kepalanya. "Mama sama Kia pulang saja, Biar Nay yang nungguin Dzakka disini ma," ucap Anaya. "Biar mama disini menemani kamu ya sayang, sekarang Nay istirahat saja biar mama yang jaga Dzakka." "Enggak ma, mama aja sama K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD