Takut kehilangan

1030 Words

"Hay, apa kabar?" Naya menyapa Dyra, saat ini mereka sedang berada di rumah orang tuanya Dewa. Dyra tersenyum dan menjabat tangannya. "Wah, sudah berapa bulan nih?" Dyra mengusap perutnya Naya. "Ini lima bulan, kamu kata Kak Dewa lagi hamil juga ya?" Dyra mengangangguk. Jadi mereka sering mengobrol di belakang Dyra? Ok, Dyra harus tenang dulu, ini hanya mengobrol. Bukan hal yang aneh. Mungkin Dewa merasa kasihan karena Naya yang sedang hamil besar. "Iya, kapan datang dari Amerika?" Naya mengajak Dyra duduk, seolah Dyra adalah tamu. Padahal sudah jelas kalau menantu di rumah ini adalah Dyra, iyakan? Tapi ya sudahlah, duduk saja. Toh, dengan Naya bahagia tidak akan membuat Dyra borok juga. Kedua perempuan yang sedang hamil itu duduk di sofa. Tante Anggia datang dengan nampan berisi d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD