"Ibu kenapa Bunga nggak punya Ayah? Kenapa Ayah Bunga ada di surga?" tanya seorang anak kecil, makin lama suaranya makin terdengar jelas di telinga Gala. Entah mengapa mendengar suara itu membuat hati Gala terenyuh. Ingin sekali dia menyingkap tirai yang digunakan untuk pembatas. Hatinya seperti tertusuk ribuan pisau, Bara yang diacuhkan oleh ibunya saja tidak membuat Gala sesakit ini. "Apa karena Bunga nakal makanya Ayah nggak mau sama Bunga?" ucap anak itu lagi membuat mata Gala berkaca-kaca. "Kenapa saya bisa sesedih ini?" gumam Gala lirih. "Bunga nggak usah sedih lagi ya, ada Ibu disini yang selalu ada buat Bunga," ucap wanita yang menemani anak kecil itu. Deg! "Suara itu ...." Gala menjeda ucapannya karena merasa kenal dengan suara itu. "Pak," panggil dokter membuat Gala terkej

