"Apa ini nggak berlebihan, Om?" tanya Harin lirih membuat Gala menoleh ke arahnya, karena sejak tadi Gala hanya fokus pada Bunga saja. Kening Gala berkerut. "Maksudnya?" sahut Gala masih belum mengerti maksud dari perkataan Harin barusan. Harin nampak menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan. "Om kan juga punya keluarga, apa nggak sebaiknya saya dan Bunga saja yang pergi ke Singapur?" tanya Harin hati-hati, karena Gala cukup sensitif. Gala membuang napasnya kasar. "Terus saya akan membiarkan anak saya berjuang sendirian antara hidup dan mati?" sahut Gala dengan suara meninggi, tidak bermaksud suaranya meninggi tapi gemas juga dengan Harin. "Memang kamu bukan keluarga?" tanya Gala dengan tatapan sinis membuat Harin menundukkan kepalanya. Gala pun menarik napas dalam-da

