Bab 35

1081 Words

Lalu pagi pun datang dengan sinar matahari yang menyusup lewat jendela besar rumah sakit. Aku membuka mata dengan berat. Leherku kaku, punggungku pegal karena semalaman aku tidur di kursi tunggu yang keras, hanya bermodalkan rasa cemas yang tak kunjung reda. Di lantai marmer, aku bisa melihat pantulan diriku yang kucel karena sejak kemarin belum mandi, aku segera pergi ke toilet wanita. Di sana aku membasuh wajahku seadanya. beberapa saat lamanya aku terdiam sambil menatap pantulan diriku di cermin. Di sana, Wajahku tampak masih sembab, ada kantung mata hitam di kelopak mata bawah. Aku terlihat tua dan lelah. Setelah cuci muka, aku kembali ke ruang tunggu. Pukul tujuh pagi, Ruang tunggu belum terlalu ramai. Hanya ada beberapa keluarga pasien lain yang datang dengan kantong plastik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD