Bab 36

1053 Words

"Heh! Kamu pikir, dengan menikahi Dimas, ibu bisa naik kelas? Nggak semudah itu, Bu! Ini dunia nyata! Tolong lah ngaca! Ada kaca enggak di rumah!? Lihat cara ibu bicara. Lihat pakaian ibu. Ibu pikir bisa masuk ke keluarga kami?" Air mataku akhirnya tumpah. "Bu, saya nggak pernah kepikiran soal uang atau naik kelas. Saya hanya..." "Hanya apa? Hanya cinta?" Bu Mutia tertawa sinis. "Ah, Bu Munaroh, jangan bikin saya tertawa. Cinta itu bukan sekedar ucapan. Butuh banyak hal lain sebagai pendukung. Kamu bandingkan diri kamu dengan Helena! Dia memiliki semua. Cantik, kaya, berpendidikan, dan usianya pantas untuk menikah dengan Dimas." cerocosnya dengan semua kata kata pahit dan menyakitkan yang.... Memang benar adanya. Aku terisak, tak mampu berkata apa apa lagi. Pak Gatot menatapku dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD