Hari ini, sesuatu yang berbeda menyambut pagiku saat aku membuka mata. Bukan suara ayam jago berkokok. Bukan pula suara kicau burung burung bersahutan di luar pondok. Tapi kesibukan di dapur dan ..... aroma masakan? Aku mengendus-endus seperti tikus, mencoba memastikan. Ya, benar. Aroma bawang goreng, telur, dan nasi yang digoreng. Sedap sekali. Aku menoleh ke samping. Kosong. Andi sudah tidak ada di sampingku. "Hah? Kemana dia? Apakah Andi yang memasak di dapur sepagi ini?" gumamku dengan penasaran. Dengan hati berdebar, aku bangkit. Kuambil daster yang tergantung di belakang pintu, lalu melangkah pelan ke arah dapur. Dan di sana, pemandangan yang tidak biasa menyambutku. "Astaga, sayang? Jadi beneran kamu yang lagi masak?" sapaku sambil menyapu semua barang yang berada di dapur.

