Bab 27

1378 Words

"Maaf," kataku perlahan bangkit. "Aku... aku ke belakang dulu." Aku keluar ke belakang rumah, duduk di batang kayu dekat tumpukan kayu bakar. Dadaku sesak. Aku mendengar mereka bicara di dalam, tapi tak jelas katanya. Sesekali terdengar tawa Helena. Di sebelah rumah, tenda besar itu sudah berdiri. Lampu-lampu terpasang. Kursi-kursi lipat tertata rapi. Seorang anak buah Rico bahkan sedang memasak sesuatu di kompor portable. Aroma masakan lezat tercium. Aku, yang tadi pagi masih merasa menjadi perempuan paling beruntung di dunia, kini merasa menjadi yang paling menyedihkan. --- Malam turun. Helena kembali ke tendanya setelah berbicara cukup lama dengan Andi. Andi keluar, mencari aku di belakang rumah. "Sayang, ayo masuk. Udara di luar Dingin." "Aku di sini saja." Aku menjawab datar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD