Sementara itu di sebuah tempat antah berantah... Iroh membuka mata dengan perlahan. Kepalanya terasa berat, seperti dipukul puluhan kali. Pipa air di atasnya meneteskan air, menciptakan suara yang berirama di dalam ruangan yang sunyi. Wanita itu mencoba menggerakkan tangan, tapi sesuatu mengikatnya erat. Tali rafia yang kasar melilit pergelangan tangan dan kaki, mengikatnya ke kursi kayu tua yang sudah lapuk. Di sekelilingnya, hanya ada dinding bata yang lembab, lantai semen yang berdebu, dan satu lampu bohlam gantung yang menyala redup. "Di mana aku?" bisiknya, suaranya serak. Tidak ada yang menjawab. Hanya tetesan air yang terus jatuh. Iroh memejamkan mata, berusaha mengingat. Rumahnya. Tadi malam. Tiga bayangan hitam. Kain dibekap di mulutnya. Jeritannya tercekat. Lalu gelap. "Ya

