Bab 57

1655 Words

Di dalam ruangan ber-AC apartemen mewahnya, Helena duduk di sofa kulit putih dengan kaki disilangkan. Gaun sutra tipis berwarna merah marun membalut tubuhnya, hanya sampai paha, memperlihatkan kaki jenjang yang mulus. Rambutnya tergerai indah sebahu, riasan wajahnya cantik sempurna, seperti seorang putri yang menunggu kedatangan tamu istimewa. Ponselnya berdering. Helena mengangkat dengan gerakan lamban, senyum tipis mengembang di bibirnya saat melihat nama yang muncul di layar. "Iya, Rico," sapanya manis. "Apa sudah ada kabar baik untukku?" Suara Rico di ujung sana terdengar puas, bahkan sombong. "Semuanya beres, Non. Perempuan tua itu sudah aman di tempat yang nggak akan ditemukan oleh siapa pun." Mata Helena berbinar. Ia berdiri, berjalan ke jendela kaca besar yang menghadap ke pem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD