Bab 58

1100 Words

Keesokan paginya. Dimas duduk di ruang kerja apartemennya, setelan jas belum berganti sejak kemarin. Matanya merah, wajahnya pucat. Layar laptop terbuka di depannya, menampilkan peta digital dengan satu titik merah berkedip di kawasan Ciawi, Bogor. Titik itu adalah lokasi terakhir yang Anton lacak dari pergerakan Rico. Tapi sejak tadi malam, sinyal itu tak bergerak. Sepertinya Rico tahu ia sedang dilacak. Atau seperti ia sengaja meninggalkan jejak untuk mengelabui. Ponsel Dimas bergetar. Untuk kesekian kalinya, nama Helena muncul di layar. Ia abaikan. Pesan-pesan w******p dari Helena juga menumpuk. Pesan penuh tanda tanya, emoticon cemberut, hingga akhirnya mulai terdengar nada kesal. Dimas mematikan ponselnya. Tapi tiba-tiba, bel apartemen berbunyi. Dimas menegang. Ia berjalan pela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD