Helena masih berdiri di depan jendela kaca apartemen Dimas, jari-jarinya yang bercat merah glossy mengetuk-ngetuk pegangan sofa. Matanya menerawang ke arah cakrawala Jakarta yang mulai gelap, tapi pikirannya jauh di sana... di dalam laptop dan ponsel yang gagal ia bobol karena Dimas melindunginya dengan password yang hanya dia sendiri yang tahu. Di dalam folder-folder yang tak sempat Helena buka, tersembunyi bukti-bukti kejahatan ia dan papanya. Di belakangnya, Dimas masih terbaring lelap di kamar tidur. Napasnya berat, teratur. Obat tidur dosis tinggi yang Helena campurkan ke dalam sup jamur, terbukti bekerja dengan sempurna. Helena menoleh, menatap ke arah kamar. Wajahnya datar, tak terbaca. "Hari ini aku gagal," bisiknya pada diri sendiri. "Tapi ini belum berakhir, Dimas." Ia berjal

