"Seharusnya," lanjut Dimas, "Saya bisa saja menuntut ibu dan menjebloskan Bu Munaroh ke dalam penjara karena sudah Memanipulasi orang amnesia untuk dinikahi, itu bisa dipidana. Ancamannya bukan main-main." Dunia serasa berputar. Duniaku seolah runtuh!! Ambruk! Luluh lantak bak diterjang gelombang Tsunami Aceh. "Tapi," ia menarik napas, "karena ibu sudah berjasa menyelamatkan nyawa saya, saya tidak akan membawa kasus ini ke ranah pidana. Saya hanya akan mengajukan pembatalan pernikahan secara administratif." Ia membuka map. Mengeluarkan beberapa lembar kertas. "Ini surat pembatalan perkawinan. Ibu cukup tanda tangani di sini, di sini, dan di sini." Ia menunjuk titik-titik yang sudah diberi stempel. "Besok, saya akan ambil kembali. Setelah itu, secara hukum, kita tidak punya hubunga

