Bab 38

1333 Words

Tiga minggu berlalu... Dua puluh satu hari sejak aku keluar dari rumah sakit dengan hati hancur. Dalam kesendirian itu, aku selalu tidur sambil memeluk baju Andi yang tertinggal, merasakan sisa sisa aroma tubuhnya yang maskulin berharap ada satu keajaiban yang membawa Andi kembali padaku. Tapi keajaiban tak pernah datang. Hari-hariku kini hanya diisi dengan rutinitas yang monoton. Bangun pagi, memasak untukku sendiri, pergi ke ladang, pulang, makan seadanya, lalu tidur. Ulang lagi. Ulang lagi. Seperti sistem robot yang autopilot. Tapi satu hal yang membuat hari-hariku sedikit lebih ringan.... Kehadiran Mahendra. Adik iparku. Setiap pagi, setelah mengantar Kirana ke sekolah TK-nya, lelaki itu selalu menyempatkan diri untuk mampir. Kadang membawakan gorengan, kadang buah atau rujak p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD