Bab 12

1085 Words

"Rojali, izinkan saja mereka menikah." Pak Lurah terbelalak. "Tapi Mbah Joyo..." "Saya katakan, izinkan mereka menikah! " Suara Mbah Joyo tegas. "Saya sudah hidup 80 tahun, melihat banyak perang, melihat banyak orang mati. Saya tahu mana orang baik dan mana yang tidak. Lelaki ini... dia bukan penjahat. Percaya sama pengalaman saya." Pak Lurah terdiam. Argumen dengan Mbah Joyo tidak pernah menguntungkan. Seluruh desa menghormati kakek itu, dan kata-katanya hampir setara keputusan adat. "Tapi... Pak Lurah," Arfan protes, "masa iya tiba-tiba mereka menikah? Ini tidak masuk akal! Harusnya mereka dihukum! Di arak, ditelanjangin!" "Lalu apa usulmu?" Mbah Joyo menatap Arfan tajam. "Kamu sudah mempermalukan perempuan ini di depan umum. Kamu sudah menghancurkan harga dirinya. Sekarang, lelaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD