bab 41

1800 Words

Setelah semalaman menghabiskan waktu khusus bersama Helena di apartemennya, Dimas memutuskan untuk kembali ke apartemen miliknya sendiri. Butuh waktu beberapa saat untuk membiasakan diri dengan aroma apartemen yang sudah lama tak dihuni, aroma debu dan ruangan tertutup. Ia berjalan masuk, membuka pintu balkon apartemennya yang menghadap langsung pemandangan kota. Udara pagi Jakarta yang panas segera menyergap, bercampur dengan suara bising kendaraan dari jalan raya di bawah sana. Dimas berdiri sejenak di depan jendela, memandang gedung-gedung pencakar langit di kejauhan. Dunianya. Dunia yang lebih dari dua bulan ia tinggalkan. Dunia yang penuh dengan gemerlap dan kemewahan ini... kenapa terasa asing? Ia menggeleng, membuang pikiran itu jauh jauh. " Aku adalah Dimas Prasetyo. Seorang p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD